Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi

1 Mar 2018, 21:00
Lukman Arif Wijaya
Website Ditutup oleh Admin

Saya akan mengadukan sedikit kekecewaan saya terkait program PPBT Ristek Dikti beberapa waktu lalu. Singkat cerita pada saat itu ada pengumuman mendapatkan kesempatan mengikuti program Perusahaan Pemula Berbasi Teknologi (PPBT). Selanjutnya kami berusaha dengan meluangkan tenaga dan waktu untuk melengkapi proposal yang akan kami kirim.
Alhamdulillah, kemudian ternyata proposal kami disetujui sehingga kami termasuk pada surat tanggal 22 januari 2018, kami dinyatakan lolos ke ke seleksi selanjutnya, yaitu seleksi presentasi.
Namun demikian kemudian kami dikecewakan karena 2 hal:
1. Adanya tambahan persyaratan tambahan yang tidak disebutkan sejak awal, antara lain bahwa perserta harus tidak bekerja dan berusaha di bawah 40 tahun, yang mana untuk persyaratan ini terpaksa kami harus mundur.
2. Kalau pun kami lolos pada no 1 di atas, ada hal lain yang memberatkan bahwa infonya kami harus membiayai sendiri akomodasi ke jakarta selama berhari-hari.
Sehingga keluhan kami:
1. Mengapa persyaratan tidk disebut sejak awal sehingga kami tdk perlu susah2 membuat proposal?
2. Kl memang disyaratkan orng tidak bekerja yg dapat ikut serta, mengapa mereka dibebani biaya akomodasi yg menurut sy cukup untuk sesuatu yg belum pasti? Kan kasihan?
Saya hanya berharap panitia PPBT lebih profesional menyikapi ini untuk program2 Ristek berikutnya. Kalau kami terus terang sudah tidak minat lagi.

8 Jan 2018, 08:24
Anonim
Website Ditutup oleh Admin

Website Program CPPBT 2018 Kemenristekdikti tidak bagus. Para dosen/mahasiswa yg mau kirim proposal tdk bisa, krn tidak ada kolom utk register. Mohon pengelola lebih profesional lagi.

19 Des 2017, 16:04
Anonim
Website Ditutup oleh Admin

Menindaklajuti program yang ditawarkan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi, saya menemui kesulitan untuk proses pendaftaran. Di halaman website http://ppbt.ristekdikti.go.id/cppbt/ tidak tersedia kolom untuk register, hanya untuk login saja. Mohon untuk di periksa dan diperbaiki.

15 Des 2014, 13:22
Iven Candra
Android Ditutup oleh Admin

Yth. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi,

Apakah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sudah tahu bahwa di kabinet sebelumnya terdapat ketidakjelasan dalam pemberian izin mobil listrik di Indonesia?

Jadi begini, seorang anak bangsa yaitu Ricky Elson telah membuat mobil listrik di Jepang. Ricky ini sudah 14 tahun di Jepang. Ia sudah memiliki hak paten internasional mobil listrik di sana. Ia ditarik oleh Dahlan Iskan (Mantan Menteri BUMN) untuk membuat mobil listrik di negara Indonesia.

Mobil listrik Tucuxi, Selo dan Gendhis pun diselesaikan. Mungkin ini bukan mobil listrik pertama yang dibuat di Indonesia. Namun inilah jajaran mobil listrik yang pertama kali dikerjakan seluruhnya oleh putra putri bangsa.

Untuk mendapatkan izin ketiga mobil listrik ini, pada awalnya Dahlan Iskan meminta surat izin mobil listrik kepada Kementerian Perhubungan, namun kementerian tersebut tidak bisa memberikan izin. Berdasarkan liputan yang saya baca, akhirnya Kemenhub dan Kemenristek bicara dan akhirnya urus izin di Kemenristek. Namun karena ketidakjelasan pemberian izin (berlarut-larut pengurusannya), sekitar September 2014 lalu, Ricky Elson akhirnya kembali ke Jepang.

Hal yang ingin saya tanyakan adalah mengapa Menristek tidak segera menyetujui izin mobil listrik Indonesia yang dibuat oleh Ricky Elson? Bukankah itu juga nanti akan membuat indonesia lebih maju? Jangan sampai Indonesia kehilangan sosok penerus Habibie.

Mohon klarifikasinya dari Kemenristek yang saat ini sudah berubah nama menjadi Kemenristek Dikti. Terima kasih.

DIIKUTI OLEH