Biro Sumber Daya Manusia

8 Nov, 21:51
Anonim
Website Terverifikasi Harus diproses dalam 0 hari

Yth menteri pendidikan dan kebudayaan
bapak nadiem makarim

saya ingin memulai tulisan ini dengan mengucapkan "selamat", kepada bapak nadiem yang dipilih presiden jokowi menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan. terpilihnya bapak adalah angin segar dan harapan terjadinya perubahan serta pembenahan khususnya di sektor pendidikan. bersama bapak saya yakin seperti visi presiden jokowi khususnya dalam reformasi birokrasi akan terjadi di kementerian yang bapak pimpin.

entah dapat disebut sebagai laporan atau keluhan, datangnya tulisan ini sesungguhnya adalah keresahan mengenai budaya yang seringkali terjadi pada masa orde baru (kolusi dan nepotis) kini belum sepenuhnya hilang dalam kehidupan kita hari ini. inilah hambatan sekaligus hal yang harus dilawan dalam agenda reformasi birokrasi. dan pendidikan sebagai jantung kehidupan, harus bebas aktivitas birokrasinya dari segala unsur kolusi dan nepotis.

keresahan yang dimaksud di atas masih terjadi dalam pola rekruitmen tenaga pengajar di perguruan tinggi kita hari ini. di tengah semangat demokratis, terbuka dan transparan yang dilakukan sebagian besar perguruan tinggi di indonesia. ada perguruan tinggi negeri yang masih melakukan pola rekruitmen tenaga pengajar dengan tidak demokratis, tertutup dan tidak transparan. itu terjadi dalam pola rekrutmen tenaga pengajar berstatus "dosen perjanjian kerja" di lingkungan akademik salah satu program studi (prodi) di fakultas ilmu sosial, universitas negeri jakarta.

di tahun 2019 ini prodi tersebut melakukan rekrutmen seorang tenaga pengajar berstatus "dosen perjanjian kerja" tanpa proses rekrutmen terbuka dan transparan. dimana semestinya publik diberikan informasi bahwa prodi tersebut membutuhkan tenaga pengajar yang mampu membuka peluang bagi siapapun anak bangsa yang memiliki kompetensi dan pengabdian. tanpa adanya rekrutmen terbuka, prodi tersebut melakukan rekrutmen yang terkesan bersifat "titipan". karena tidak adanya proses seleksi terbuka dalam rekrutmen tersebut.

sungguh hal ini harus disesalkan. karena dibeberapa perguruan tinggi negeri lainnya, bahkan untuk tenaga pengajar atau karyawan kontrak, proses rekrutmennya dilakukan secara terbuka. hal tersebut tentu contoh bahwa perguruan tinggi lain memiliki visi untuk melakukan agenda reformasi birokrasi.

apa yang terjadi di prodi tersebut tentu harus dilihat sebagai sebuah budaya negatif yang sudah dan sedang terjadi dalam lingkup makronya yaitu, unj. bapak nadiem dapat membuktikannya dengan membaca informasinya tentang apa yang terjadi di unj dalam tahun-tahun ke belakang, khususnya tentang turunnya rektor unj sebelumnya karena diduga memiliki masalah terkait plagiariasi.

dari semua hal yang sudah disampaikan di atas. saya berharap bapak nadiem dapat melakukan pengawasan dan pembenahan, dimana agenda reformasi birokrasi juga berjalan di lingkungan akademik unj. jika masih ada hal-hal yang dilakukan secara tidak demokratis, tertutup dan tidak transparan, yang dirugikan bukan hanya unj, tentunya adalah masyarakat.

dalam proses seleksi, tidak hanya pada rekruitmen dalam status cpns yang dilakukan secara terbuka. pada status apapun baiknya juga dilakukan seperti rekrutmen cpns. selain kompetitif dan semua anak bangsa harus memiliki hak yang sama, yang lebih penting dari adanya keterbukaan adalah kemajuan bagi pendidikan. dengan keterbukaan tentu ada kontrol, evaluasi dan publik merasa dilibatkan dalam pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. sekali lagi, jika memang kita harus percaya dengan revolusi mental, maka revolusi tersebut harus dilakukan segera di sektor pendidikan.

terima kasih,
wassalam.

1 Nov, 11:29
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Selamat siang, mohon bimbingannya untuk laporan saya dengan id tracking #5078770 belum ada respon. mohon kejelasannya. terimakasih

25 Okt, 19:23
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Saya mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di sumut, saya mau bertanya nama saya ada kesalahan di forlap dikti, saya mau bertanya apakah nama saya itu berpengaruh pada saat cpns nanti? saya ingin mengikuti tes cpns tahun ini,

18 Okt, 13:26
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Mohon izin konsultasi mengenai pengakuan ijazah yang diperoleh sebelum menjadi cpns agar bisa dimasukan ke dalam dupak

saya adalah pns yang diangkat dengan formasi jabatan fungsional tertentu (analis keimigrasian ahli pertama) dengan ijazah s1.
sebelum diterima sebagai cpns pada bulan desember 2017, saya telah mendapatkan ijazah s2. ijazah s2 saya peroleh bulan januari 2017.

pertanyaan
1) bagaimana prosedur pengakuan ijazah s2 tersebut agar dapat diusulkan dalam penetapan angka kredit?

2) apabila mekanismenya adalah pencantuman gelar atau penyesuaian ijazah ?

3) jika pencantuman gelar, bisakah saya mencantumkan gelar s2 walaupun masih berpangkat iiia ?

mohon bantuannya, karena saya telah telah mencari segala informasi mengenai hal ini temasuk mengunjungi bkn, tetapi tidak tidak ada jawaban satupun yang bisa saya peroleh. terima kasih

8 Okt, 13:56
Ade
Android Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Tanggal kelulusan di skl s1 saya berbeda dengan data yang tertera di website forlap dikti. tanggal kelulusan di skl tertulis 02 maret 2019, sedangkan di website forlap dikti tertulis 19 agustus 2019, saya baru mengetahuinya pada saat saya mengecek data saya pada website forlap dikti. saat ini saya sudah berkoordinasi dengan pihak perguruan tinggi dan pihak kampus mengatakan jika tidak masalah jika data tanggal lulus berbeda dengan website forlap dikti akan tetapi yg terpenting adalah nomor ijazah yg harus sama antara data kampus dan forlap dikti, apakah tidak masalah berkas saya jika nanti saya mendaftar untuk cpns 2019, demikian terima kasih.

7 Okt, 11:31
Zaenal Arifin
Android Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Saya bermaksud untuk memohon informasi terkait dengan surat balasan tindaklanjut penyampaian kelengkapan berkas dengan Nomor 6/3847/e1.3/KP.09.02/2019 tanggal 29 Agustus 2019 dari Sesdirjen Risbang ke Kabiro SDM up Kabag Sistem Informasi dan Kinerja. Adapun informasi ini diperlukan untuk mendapatkan informasi status ePUPNS di BKN.Terima kasihSalam,Zaenal Arifin

5 Okt, 11:31
Billy Yanuar R
Android Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Selamat siang min, saya ada pertanyaan terkait pemberian honorer kepada panitia di lingkup universitas tidak di perbolehkan? karena ada salah satu acara yang mengklaim kalau adanya pemberian honorer pada panitia mahasiswa akan di ciduk kpk, terimakasih.

25 Sep, 07:13
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Kepada pak menristekdikti, dirjendikti, dan sesjen dikti yang terhormat.

rekrutmen cpns direncanakan oleh bkn akan dibuka pada bulan oktober tahun ini. tentunya, ristekdikti sebagai kementerian pusat juga kemungkinan besar akan ikut dalam rekrutmen ini.

terkait proses rekrutmen cpns di ristekdikti, saya punya pengalaman yang sangat buruk ketika mengikuti seleksi cpns, yakni cpns dosen, di kementerian yang bapak2 pimpin ini. oleh karena itu, mohon dengarkan keluhkesah saya ini, sebagai masukan bagi bapak2 agar bisa membuat sistem seleksi yang lebih baik dan tidak menutup mata pada fakta yang saya alami sebagaimana saya ceritakan di bawah ini.

kebetulan saya ikut seleksi di universitas negeri di bawah kemristekdikti, di sulawesi tengah. dalam seleksi skb (seleksi kompetensi bidang) yang bobotnya 60% itu, kami merasa betul2 dicurangi tanpa ada rasa malu sedikitpun oleh oknum panitia seleksi. kami menillai hal ini amat sangat mencederai integritas mereka sebagai seorang abdi negara, sekaligus ilmuwan yang menjungjung nilai-nilai kebenaran obyektif.

mengapa menduga curang???

dalam skb tersebut, selain terdapat tes wawancara, tes mengajar, dan tes kesehatan, ada pula tes substansi tertulis, dimana bobotnya menyumbang 40% dari total subtes yang ada, sehingga amat sangat menentukan hasil akhir ketika diintegrasi dengan nilai skd.

tes substansi tertulis yang kami ikuti berupa ljk, bukan cat sebagai dalam skd. sehingga kami tidak tahu berapa nilai kami secara langsung (live scooring). jawaban kami pun diperiksa secara manual, bukan oleh komputer itu sendiri, dan dilakukan oleh panitia tunggal, yaitu pansel kampus ybs. pantia tersebut hanya orang2 kampus itu sendiri, sehingga tidak ada check n balances di sana sehingga rekayasa nilai besar kemungkinan terjadi.

lalu mengapa begitu yakin kalau mereka curang?

sewaktu pengumuman final akhir, kami membaca dengan seksama daftar nilai detail akhir yang dikeluarkan oleh bkn. dan kami sangat terkejut, nilai skb substansi tertulis kami hanya bernilai rata2 41 dan 21. nilai ini sungguh keterlaluan sekaligus pelecehan atas kemampuan kami yang sangat paham dengan bidang kami masing2.

bentuk tes bersifat menguji kognitif dan sifatnya hanya hafalan saja. dan sewaktu mengerjakan tes, dari 100 nomor uji, kami tahu berapa yg pasti benar dan berapa yang tidak pasti benar.

dalam kasus kami pribadi, dari 100 nomor, yang kami yakin benar adalah 77 nomor (kami tahu karena cuma hafalan, apa yang susah?? anak sma pun bisa kerjakan kalau materi hafalannya sama) , sisanya menebak. dari hasil menebak ini, setidaknya ada 5-6 nomor yang benar yang kami kerjakan dengan metode eliminasi, bukan asal tebak2an. sehingga dengan pasti kami yakin bahwa nilai kami di atas 80. teknik ini selalu berhasil kami pakai dalam seleksi berbasis multiple choiches, sehingga kami kami akan dapat nilai tinggi.

tetapi pada saat pengumuman akhir, nilai kami malah 21 dan 41. sementara yang lulus hasil curang (dibidang kami) dapat nilai 90 ke atas. kami jadi bertanya2, mengapa disparitas nilainya begitu tinggi?? ada apa? apa kami sebegitu bodohnya?????? padahal kami mengerjakan tes yang sama, tidak berbeda konten maupun kesulitannya. lalu mengapa sangat berbeda jauh????? ini pelecahan atas kebenaran obyektif!!!

lebih anehnya lagi, pada saat matriks nilai ini diberikan panitia kampus ybs kepada panselnas, anehnya panselnas tidak melihat keanehan ini dan malah memasukkanya mentah2 dalam integrasi skd tanpa mengecek kebenarannya penilaianya, apa sudah betul atau tidak. ada apa???

apa tuntutan kami?

pak menteri yang kami hormati,
tolong perbaiki sistem rekrutmen cpns dosen di kementerian anda jika berniat akan membuka lagi tahun ini. tolong jangan mencederai nilai keilmuwan yang seharusnya menjunjung nilai2 kebenaran obyektif.

bapak punya kuasa menghentikan cara2 kotor semacam ini. jadi berkehendaklah untuk memilih cara yang baik. bersama bkn, kami yakin kementerian bapak bisa bekerjasama untuk membuat #rekrutmenbaik. bila bapak hanya diam, maka bapak sama saja melanggengkan praktek kotor berkedok ilmiah dalam seleksi cpns dosen di kementerian bapak.

mungkin bapak2 tidak tahu mengenai ini, oleh karena itu kami sampaikan kepada bapak agar bapak tahu bahwa ini memang terjadi. di bawah ini kami sertakan penjelasan bagaimana kecurangan itu terjadi, dan kekurangan apa yang muncul dalam seleksi skb sehingga rawan kecurangan.

solusi kami hanya satu.

tolong skb dosen dikompetisikan secara sehat dan terbuka. mohon skb di c.a.t kan sehingga hasilnya transparan dan langsung. bukan kongkalikong dan nepotis.

19 Sep, 17:22
Anonim
Website Terverifikasi Laporan belum diproses lebih dari 5 hari

Selamat sore,
Mohon maaf sebelumnya.
Saya tidak ingin melaporkan perihal apapun. Namun sy ingin bertanya terkait Hak Dosen Tetap Non PNS (BLU) yang mendapatkan Tugas Belajar untuk melanjutkan studi doktoral.

Yg ingin saya tanyakan adalah: apakah Dosen Tetap Non PNS (BLU) masih berhak mendapatkan gaji pokok setiap bulannya selama Tugas Belajar, seperti halnya PNS?
Mohon jika ada peraturan yang terkait hal ini dapat diumumkan ke publik mengingat kesimpangsiuran informasi yang kami dapatkan. Ada beberapa PTN yang tetap memberikan gaji pokok, namun ada pula PTN yang memutus gaji pokok tersebut.

Terima kasih.

1 Sep, 08:30
Sarah Bibi
SMS Ditutup oleh Sistem

Panselnas perkenalkan nama saya sarah bibi, nomer peserta 20001230014550 kemaren dinyatakan lulus cpns di politeknik negeri pontianak sebagai dosen padatahun 2019 tadi. ingin bertanya tentang sk cpns saya yang belum keluar. saya sudah melengkapi pemberkasan akhir. dari sekian yang lulus hanya saya yang belum menerima sk.. ingin bertanya perkembangan sk saya. sebelum nya saya ucapkan terima kasih. besar harapan saya semoga segera. aamiin

DIIKUTI OLEH